Jumat, 13 Juni 2014

Kelebihan Dan Kekurangan TI Dalam BK



KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM  BIMBINGAN DAN KONSELING
Winahyu (12.0301.0060)
Program Studi Bimbingan dan Konseling,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Magelang

Abstrak
Teknologi informasi tidak hanya sekedar teknologi komputer melainkan gabungan dari komputasi dengan jalur komunikasidiantaranya,telepon,komputer,internet,televisi,radio dan lain-lain.Teknologi informasi adalahseperangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yangberhubungan pemprosesan tertentu.Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informas.Dalam pelayanan bimbingan konseling teknologi informasi digunakan apabila pelayanan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung, jadi teknologi informasi dalam bimbingan konseling hanya sebagai alternatif.  Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun, mencari dan mengolah data. Komputer pun dapat menyimpan dan mendapatkan informasi dengan lebih cepat, mudah, dan praktis.  Pelayanan konseling ditujukan untuk memecahkan masalah dan kalau bisa mencegah timbulnya masalah, namun kesibukan klien dan konselor sendiri terkadang malah menambah masalah.  Dengan teknologi informasi masalah tersebut akan dapat diminimalisiratau di atasi.

KataKunci: Penggunaan Teknologi Informasi dalam BimbinganKonseling


1.Pendahuluan
A.Latar Belakang Masalah
Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan bahkan Perguruan Tinggi. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara online.Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di jenjangtertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Pada saat ini perkembangan teknologi sangat pesat.Bahkan penyebaran teknologi informasi sangat cepat dan global ke berbagai belahan bumi tanpa adanya batasan waktu. Hal ini menyebabkan begitu banyaknya pekerjaan-pekerjaan  manusia yang dibantu oleh teknologi komputer.Sehingga berbagai profesi membuat bermacam-macam sistem yang dapat digunakan untuk menopang kehidupan masyarakat untuk menghadapi globalisasi yang ada pada zaman ini. Begitupun profesi konselor yang mulai melibatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mempermudah proses pelayanannya. Konselor mulai menggunakan media-media yang diharapkan mampu untuk menunjang setiap kebutuhan konseli. Seperti diketahui bahwa tidak semua konseli memiliki banyak waktu untuk melakukan proses konseling, sehingga diharapkan dengan melalui media-media teknologi informasi pada bimbingan konseling ini konselor mampu melakukan proses konselingnya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan akhir yang diinginkan oleh konseli.
B.Identifikasi Masalah
Tujuan dari makalah ini untuk mengetahu pelayanan bimbingan dan konseling dengan menggunakanteknologi dapatmempermudahdalam proses konseling.


C.Manfaat
Manfaat pembuatan makalah ini menjadi lebih tau pentingnyamedia informasidankegunaan media di dalam proses bimbingankonseling.
D.Metode Penelitian
Pada makalah yang dibuat digunakan metode pustaka yaitu dengan menggunakan berbagai sumber yang ada pada buku
2.Teori-teori
Sebagai salah satu profesi yang memberikan layanan sosial atau layanan kemanusiaan maka secara sadar atau tidak keberadaan profesi bimbingan konseling berhadapan dengan perubahan realitas baik yang menyangkut perubahan-perubahan pemikiran, persepsi, demikian juga nilai-nilai. Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan tertentu (Haag dan Keen, 1996).Layanan Bimbingan dan Konseling menjadi sangat penting karena langsung berhubungan langsung dengan siswa. Hubungan ini tentunya akan semakin berkembang pada hubungan siswa dengan siswa lain, guru dan karyawan, orang tuaataukeluarga, dan teman-teman lain di manapun.
Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
Layanan bimbingan dan konseling harus didukung sistem yang baik sehingga Layanan ini bisa dilaksanakan dengan lebih komprehensif. Dukungan layanan ini dapat diperoleh dari tersedianya data yang akurat yang sepertinya untuk saat ini sangat tepat apabila data tersebut didapatkan dari system komputerisasi. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif yatiu dengan menggunakan ICT atau dengan kata lain harus melibatkan teknologi informasi, khususnya teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling.

3.Pembahasan
Seprangkonselorharusmampu menguasaan teknologi informasi bahwa komputer dan internet dalam hal ini hanya merupakan alat atau sarana.Menjadi menarik apa yang dikatakan oleh Soemantri (2006) bahwa meskipun banyak manfaat yang dapat diambil dari komputer dan internet, seorang konselor memahami proses
Bertolak dari pemahaman bahwa komputer merupakan alat bantu untuk mempresentasikan informasi, Triyanto (2006) mengajukan tahapan yang perlu ditempuh dalam penyiapan penguasaan
seorang konselor terhadap teknologi informasi ini, yaitu : pertama, mengajak mahasiswa untuk memahami pengoperasian komputer, sehingga bias mengetahui cara kerja komputer. Kedua, mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk bekerja dan menganalisa masalah menggunakan komputer. Ketiga, dikenalkan konsep bermasyarakat dengan komputer. Konsep-konsep berdiskusi secara elektronik, tata cara yang digunakan, serta kemungkinan kerjasama secara elektronik.
Komponen Sistem Teknologi Informasi
Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Komponen utama Sistem Teknologi Informasi yaitu
:
1. Hardware (perangkat keras)
2. Software (perangkat lunak)
3. Brainware (orang yang membuat, menggunakan dan memelihara sistem)
Pelayanan konseling melalui fasilitas internet sudah dikenal dengan nama e-counseling ( email counseling ). Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :
1.email therapy
2.online therapy
3.cyber counseling dan
4.e-counseling.


Pemanfaatan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan negative. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor dengan kliennya yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga. Dalam proses bimbingan dan konseling masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media teknologi informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang penggunaan internet. Padahal internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan konseling. Untuk itu, perlu adanya suatu sosialisasi untuk meningkatkan kinerja konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang membosankan dan menjenuhkan. Tidak hanya konselor yang perlu diberikan sosialisasi. Para konseli yang dalam hal ini adalah siswa juga perlu diberikan suatu sosialisasi agar kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan sesuai apa yang diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif.
Kelebihan atau keuntungan pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya :
1.Pelayanan melalui teknologi informasi  mudah di akses.
2.Tidak membutuhkan biaya transportasi
3.Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
4.Pelayanan melalui teknologi informasi bersifat semi anonim
5.Klien lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka
Selain kelebihan adapula kelemahan dalam pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya:
1.Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
2.Diperlukan perangkat khusus agar pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat memanfaatkannya
3.Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman
4. Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan  klien.


4.Penutup
Sistem teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi tersebut, manusia dengan mudah dapat mengakses informasi dari belahan dunia manapun dengan sangat cepat sehingga kebutuhan manusiapun menjadi semakin cepat terpenuhi.Dari pembahasaan diapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi pelyanan bimbingan dan konseling akan dapat memudahkan kliean dalam memerima layanan dan memudahkan konselor dalam memberikan layanan konseling.Namun untuk melakukan pelayanan dengan teknologi informasi ini harus ada kerjasama dan dukungan penuh dari manajemen instansi pendidikan.Akan tetapi penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling juga memberikan beberapa dampak negatif dan juga dampak positif.
Jika konselor dan konseli sudah memahamikelebihandan kelemahan teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka ke depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan yang inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.

Daftar Pustaka
[1] Simarmata. 2006. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Andi.
[2] http://arihdyacaesar.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar