KELEBIHAN DAN
KELEMAHAN TEKNOLOGI
INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Winahyu (12.0301.0060)
Program Studi
Bimbingan dan Konseling,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas
Muhammadiyah Magelang
Abstrak
Teknologi informasi tidak hanya
sekedar teknologi komputer melainkan gabungan dari komputasi dengan jalur komunikasidiantaranya,telepon,komputer,internet,televisi,radio
dan lain-lain.Teknologi informasi adalahseperangkat
alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yangberhubungan
pemprosesan tertentu.Teknologi informasi tidak hanya sebatas
pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan
untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informas.Dalam pelayanan bimbingan konseling teknologi informasi digunakan apabila
pelayanan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung, jadi
teknologi informasi dalam bimbingan konseling hanya sebagai alternatif.
Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun, mencari
dan mengolah data. Komputer pun dapat menyimpan dan mendapatkan informasi dengan
lebih cepat, mudah, dan praktis. Pelayanan konseling ditujukan untuk
memecahkan masalah dan kalau bisa mencegah timbulnya masalah, namun kesibukan
klien dan konselor sendiri terkadang malah menambah masalah. Dengan
teknologi informasi masalah tersebut akan dapat diminimalisiratau di atasi.
KataKunci: Penggunaan
Teknologi Informasi dalam BimbinganKonseling
1.Pendahuluan
A.Latar Belakang
Masalah
Penggunaan teknologi informasi
khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah,
mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan bahkan
Perguruan Tinggi. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di
Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah
memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun
secara online.Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak
hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur
teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di jenjangtertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam
bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Pada saat ini perkembangan
teknologi sangat pesat.Bahkan penyebaran teknologi informasi sangat cepat dan
global ke berbagai belahan bumi tanpa adanya batasan waktu. Hal ini menyebabkan begitu banyaknya
pekerjaan-pekerjaan manusia yang dibantu
oleh teknologi komputer.Sehingga berbagai profesi membuat bermacam-macam sistem
yang dapat digunakan untuk menopang kehidupan masyarakat untuk menghadapi globalisasi
yang ada pada zaman ini. Begitupun
profesi konselor yang mulai melibatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam
mempermudah proses pelayanannya. Konselor mulai
menggunakan media-media yang diharapkan mampu untuk menunjang setiap kebutuhan
konseli. Seperti diketahui bahwa tidak semua konseli memiliki
banyak waktu untuk melakukan proses konseling, sehingga diharapkan dengan
melalui media-media teknologi informasi pada bimbingan konseling ini konselor
mampu melakukan proses konselingnya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan
tujuan akhir yang diinginkan oleh konseli.
B.Identifikasi Masalah
Tujuan
dari makalah ini untuk mengetahu pelayanan bimbingan dan konseling dengan menggunakanteknologi dapatmempermudahdalam proses konseling.
C.Manfaat
Manfaat pembuatan makalah ini menjadi lebih tau pentingnyamedia informasidankegunaan media di dalam proses bimbingankonseling.
D.Metode Penelitian
Pada
makalah yang dibuat digunakan metode pustaka yaitu dengan menggunakan berbagai
sumber yang ada pada buku
2.Teori-teori
Sebagai salah satu profesi yang
memberikan layanan sosial atau layanan kemanusiaan maka secara sadar atau tidak
keberadaan profesi bimbingan konseling berhadapan dengan perubahan realitas
baik yang menyangkut perubahan-perubahan pemikiran, persepsi, demikian juga
nilai-nilai. Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda
bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan
tertentu (Haag dan Keen, 1996).Layanan Bimbingan dan Konseling menjadi sangat
penting karena langsung berhubungan langsung dengan siswa. Hubungan ini
tentunya akan semakin berkembang pada hubungan siswa dengan siswa lain, guru
dan karyawan, orang tuaataukeluarga,
dan teman-teman lain di manapun.
Teknologi
informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan
perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin,
1999).
Layanan bimbingan dan konseling harus didukung sistem yang
baik sehingga Layanan ini bisa dilaksanakan dengan lebih komprehensif. Dukungan
layanan ini dapat diperoleh dari tersedianya data yang akurat yang sepertinya
untuk saat ini sangat tepat apabila data tersebut didapatkan dari system
komputerisasi. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan
dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif yatiu
dengan menggunakan ICT atau dengan kata lain harus melibatkan teknologi
informasi, khususnya teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling.
3.Pembahasan
Seprangkonselorharusmampu
menguasaan teknologi informasi bahwa
komputer dan internet dalam hal ini hanya merupakan alat atau sarana.Menjadi menarik apa yang dikatakan oleh Soemantri (2006)
bahwa meskipun banyak manfaat yang dapat diambil dari komputer dan internet, seorang konselor memahami proses
Bertolak dari pemahaman bahwa komputer merupakan alat bantu untuk mempresentasikan informasi, Triyanto (2006) mengajukan tahapan yang perlu ditempuh dalam penyiapan penguasaan seorang konselor terhadap teknologi informasi ini, yaitu : pertama, mengajak mahasiswa untuk memahami pengoperasian komputer, sehingga bias mengetahui cara kerja komputer. Kedua, mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk bekerja dan menganalisa masalah menggunakan komputer. Ketiga, dikenalkan konsep bermasyarakat dengan komputer. Konsep-konsep berdiskusi secara elektronik, tata cara yang digunakan, serta kemungkinan kerjasama secara elektronik.
Bertolak dari pemahaman bahwa komputer merupakan alat bantu untuk mempresentasikan informasi, Triyanto (2006) mengajukan tahapan yang perlu ditempuh dalam penyiapan penguasaan seorang konselor terhadap teknologi informasi ini, yaitu : pertama, mengajak mahasiswa untuk memahami pengoperasian komputer, sehingga bias mengetahui cara kerja komputer. Kedua, mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk bekerja dan menganalisa masalah menggunakan komputer. Ketiga, dikenalkan konsep bermasyarakat dengan komputer. Konsep-konsep berdiskusi secara elektronik, tata cara yang digunakan, serta kemungkinan kerjasama secara elektronik.
Komponen
Sistem Teknologi Informasi
Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Komponen utama Sistem Teknologi Informasi yaitu :
1. Hardware (perangkat keras)
2. Software (perangkat lunak)
3. Brainware (orang yang membuat, menggunakan dan memelihara sistem)
Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Komponen utama Sistem Teknologi Informasi yaitu :
1. Hardware (perangkat keras)
2. Software (perangkat lunak)
3. Brainware (orang yang membuat, menggunakan dan memelihara sistem)
Pelayanan konseling melalui
fasilitas internet sudah dikenal dengan nama e-counseling ( email counseling ).
Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :
1.email therapy
2.online therapy
3.cyber counseling dan
4.e-counseling.
Pemanfaatan
teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan
negative. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor
dengan kliennya yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses
bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk
mendapatkan informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga. Dalam proses
bimbingan dan konseling masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media
teknologi informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor
sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang penggunaan internet. Padahal
internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan
konseling. Untuk itu, perlu adanya suatu sosialisasi untuk meningkatkan kinerja
konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar
nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang
membosankan dan menjenuhkan. Tidak hanya konselor yang perlu diberikan
sosialisasi. Para konseli yang dalam hal ini adalah siswa juga perlu diberikan
suatu sosialisasi agar kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan
sesuai apa yang diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut
tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif.
Kelebihan
atau keuntungan pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi,
diantaranya :
1.Pelayanan melalui teknologi
informasi mudah di akses.
2.Tidak membutuhkan biaya
transportasi
3.Mengurangi
kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
4.Pelayanan melalui teknologi
informasi bersifat semi anonim
5.Klien lebih mau terbuka berbicara
tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face to face,
sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka
Selain
kelebihan adapula kelemahan dalam pelayanan bimbingan konseling melalui
teknologi informasi, diantaranya:
1.Konselor tidak dapat memastikan
bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
2.Diperlukan perangkat khusus agar
pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan
perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat
memanfaatkannya
3.Informasi yang diterima dan
diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi
tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman
4.
Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik
secara fisik maupun psikis diantara konselor dan klien.
4.Penutup
Sistem teknologi informasi saat ini
telah berkembang dengan sangat pesat sesuai dengan perkembangan zaman dan
kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi
informasi tersebut, manusia dengan mudah dapat mengakses informasi dari belahan
dunia manapun dengan sangat cepat sehingga kebutuhan manusiapun menjadi semakin
cepat terpenuhi.Dari pembahasaan diapat disimpulkan
bahwa dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi pelyanan bimbingan
dan konseling akan dapat memudahkan kliean dalam memerima layanan dan memudahkan
konselor dalam memberikan layanan konseling.Namun untuk melakukan pelayanan
dengan teknologi informasi ini harus ada kerjasama dan dukungan penuh dari
manajemen instansi pendidikan.Akan tetapi penggunaan teknologi informasi dalam
bimbingan dan konseling juga memberikan beberapa dampak negatif dan juga dampak
positif.
Jika konselor dan konseli sudah memahamikelebihandan kelemahan
teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling,
maka ke depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan
yang inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak
menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.
Daftar
Pustaka
[1] Simarmata.
2006. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Andi.
[2] http://arihdyacaesar.wordpress.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar