PERANAN SERTA MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Nur Azizah (12.0301.0031)
Program Studi
Bimbingan dan Konseling,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas
Muhammadiyah Magelang
Abstrak
Teknologi informasi tidak hanya
sekedar teknologi komputer melainkan gabungan dari komputasi dengan jalur
komunikasi diantaranya, telepon, komputer, internet, televisi, radio dan
lain-lain. Dalam pelayanan bimbingan konseling teknologi informasi digunakan
apabila pelayanan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung,
jadi teknologi informasi dalam bimbingan konseling hanya sebagai
alternatif. Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun,
mencari dan mengolah data. Komputer pun dapat menyimpan dan mendapatkan
informasi dengan lebih cepat, mudah, dan praktis. Pelayanan konseling
ditujukan untuk memecahkan masalah dan kalau bisa mencegah timbulnya masalah,
namun kesibukan klien dan konselor sendiri terkadang malah menambah
masalah. Dengan teknologi informasi masalah tersebut akan dapat
diminimalisir.
Kata Kunci: Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Bimbingan Konseling
1.Pendahuluan
A.Latar Belakang
Masalah
Pada
saat ini perkembangan teknologi sangat pesat.Bahkan penyebaran teknologi
informasi sangat cepat dan global ke berbagai belahan bumi tanpa adanya batasan
waktu.Hal ini menyebabkan begitu banyaknya pekerjaan-pekerjaan manusia yang dibantu oleh teknologi
komputer.Sehingga berbagai profesi membuat bermacam-macam sistem yang dapat
digunakan untuk menopang kehidupan masyarakat untuk menghadapi globalisasi yang
ada pada zaman ini.Begitupun profesi konselor yang mulai melibatkan teknologi
informasi dan komunikasi dalam mempermudah proses pelayanannya.Konselor mulai
menggunakan media-media yang diharapkan mampu untuk menunjang setiap kebutuhan
konseli.Seperti diketahui bahwa tidak semua konseli memiliki banyak waktu untuk
melakukan proses konseling, sehingga diharapkan dengan melalui media-media
teknologi informasi pada bimbingan konseling ini konselor mampu melakukan
proses konselingnya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan akhir yang
diinginkan oleh konseli.Jadi dengan adanya bimbingan konseling berbasis
teknologi informasi diharapkan dapat diakses dimanapun dan kapanpun.
B.Identifikasi Masalah
Tujuan
dari makalah ini adalah untuk mengetahui bahwa pelayanan bimbingan dan
konseling dengan berbasis teknologi dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.
C.Manfaat
Adapun
manfaat pembuatan makalah ini menjadi lebih tau media apa saja yang dapat
didunakan dalam bimbingan konseling.
D.Metode Penelitian
Pada
makalah yang dibuat digunakan metode pustaka yaitu dengan menggunakan berbagai
sumber yang ada pada buku.
2.Teori-teori
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa
sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor
dengan klien tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi
dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet dalam
bentuk “cyber counseling”.[1]
Dalam sebuah disertasi yang disusun oleh Harton (2009) dengan judul “Efektivitas
Bimbingan Karier Berbantuan Komputer Terhadap Kemandirian Pengambilan Keputusan
Karier Siswa SMA” yang juga telah mengembangakan software berbasis Delphi 7
yang diberi nama PLABK-SMA yang bisa dijadikan sebagai alat bantu dalam
melaksanakan bimbingan karier untuk meningkatkan kemadirian siswa dalam
mengambil keputusan yang terkait dengan pilihan karier yang akan dipilih oleh
siswa. [2]
Hasil penelitian yang disusun oleh
Nur Hidayah dan Triyono (2009) telah mengembangkan konseling kolaboratif
berbasis ICT (Information and Communication Technology) dimana digunakan media ICT dengan
dikolaborasikan model konseling yang telah ada untuk melaksanakan pelayanan
bimbingan dan konseling. [3]
3.Pembahasan
Teknologi
informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam proses konseling hal ini
karena proses konseling dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti: (a)
proses konseling melalui telepon, (b) proses konsseling melalui radio dan
televisi, dan (c) proses konseling berbantuan komputer yaitu internet.
Dalam
proses konseling dengan memanfaatkan teknologi informasi memiliki tujuan umum
yaitu membantu konseli mencapai perkembangan yang optimal sehingga memperoleh
kehidupan yang membahagiakan serta berkembangnya potensi secara optimal melalui
layanan bimbingan dan konseling.Adapun tujuan yang lebih spesifik diantaranya
adalah:
1.
untuk mempermudah konselor dalam
melakukan proses bimbingan dan konseling
2.
memberikan alat bantu pada
konselor untuk melakukan investigasi
dalam bakat, minat,pilihan karir yang ingin dicapai peserta didik.
3.
meningkatkan daya tarik peserta
didik pada bimbingan dan konseling
4.
mempermudah akses siswa dalam memperoleh
sumber informasi tentang bimbingan konseling.
Tujuan-tujuan
diatas akan tercapai secara maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan apabila
ada kerjasama antara pihak-pihak sekolah serta adanya dukungan yang penuh dari
manajemen instansi pendidikan beserta pihak yang terkait untuk memberikan
sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan konselor.Selain itu peningkatan
sumber daya BK (konselor) terutama yang berkaitan dengan penggunaan
berteknologi tinggi baik software maupun hardware juga sangat dibutuhkan.Teknologi
informasi juga memberikan beberapa manfaat dalam program bimbingan konseling
seperti diantaranya:
1.Membantu
konselor untuk melakukan konseling melalui internet
Pelayanan
konseling melalui fasilitas internet sudah dikenal dengan nama e-counseling (
email counseling ). Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :
a.email
therapy
b.cyber counseling
c.e-counseling.
a.Email Therapy
Email konseling
merupakan salah satu cara yang digunakan untuk proses terapi yang tidak
dilakukan secara tatap muka secara langsung atau face to face. Karena, esensi
e-counseling terletak pada menulis. Respon atau bantuan yang diberikan konselor
bergantung pada informasi yang diberikan. Konseli pun tidak perlu
mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih
informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.
b.Cyber
Counselyng atau yang bisa disebut juga sebagai konseling dunia maya yang
merupakan penerapan teknologi ”jalan raya informasi” dengan memanfaatkan jasa
teknologi itu seoptimal mungkin dengan tetap menjaga karakteristik konseling.Dengan
adanya konseling maya ini diharapkan proses konseling dapat berjalan secara
efektif dan efisien.
c.Selain itu,
proses konseling dapat juga dilakukan dengan melalui e-counselyng adalah
dimaknai dalam jaringan atau keadaan saat sesuatu terhubung ke dalam suatu
jaringan atau sistem internet atau
ethernet [4]. Jadi istilah konseling online
dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan dengan
alat bantu jaringan sebagai penghubung antara guru bk atau konselor dengan
kliennya.
2.Membantu konselor untuk mempublikasikan
informasi secara up to date dan lebih luas jangkauannya tanpa harus bertemu
secara face to face
3.Membantu
konselor dalam melaksanakan program agar lebih efektif dan efesien melalui
aplikasi khusus tentang instrumen BK
4.Membantu konselor dalam melakukan
assesmen terhadap konseli khusunya pada Inventori Tugas Perkembangan (ITP) dan
Analisis Tugas Perkembangan (ATP) yang sudah dikembangkan.
5.Membantu konselor untuk melaksanakan
pendekatan dengan konseli melalui alat komunikasi canggih, mempermudah konselor
dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data., membantu konselor dalam
menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk
menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya, menjadikan teknologi
informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut
lebih teratur dan terstruktur.
6.Membantu konselor dalam berkomunikasi
dengan konseli dengan lebih mudah.
7.Membantu konselor untuk memperoleh data
lebih mudah dan membantu konselor untuk melaksanakan pendekatan dengan konseli
melalui alat komunikasi canggih.
8.Selain dengan
internet, konselor juga dapat menggunakan radio,televisi, ataupun telephone
Konseling
melalui telepon disebut juga dengan konseling telepon, ketika melakukan
konseling melalu telepon ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh konselor
yaitu diantaranya menggunakan bahasa yang sopan, jelas,volume suara yang rendah
dan lembut, tidak menyela pembicaraan dari konseli, mengembangkan perasaan
senang ketika ditelepon oleh siapapun, mencatat hal-hal yang perlu dijadikan
perhatian,memfokuskan pembicaraan pada permasalahan, serta selalu diakhiri
dengan kesiapan untuk melakukan telepon dilain waktu.
Pemanfaatan
teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan
negative. Dampak positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor
dengan kliennya yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses
bimbingan dan konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk
mendapatkan informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga. Dalam proses
bimbingan dan konseling masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media
teknologi informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor
sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang penggunaan internet. Padahal
internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan
konseling. Untuk itu, perlu adanya suatu sosialisasi untuk meningkatkan kinerja
konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar
nantinya bidang bimbingan dan konseling tidak lagi menjadi bidang layanan yang
membosankan dan menjenuhkan. Tidak hanya konselor yang perlu diberikan
sosialisasi. Para konseli yang dalam hal ini adalah siswa juga perlu diberikan
suatu sosialisasi agar kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan
sesuai apa yang diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut
tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif.
Jika
konselor dan konseli sudah paham akan manfaat dan pentingnya teknologi
informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka ke
depannya bimbingan dan konseling akan menjadi suatu bidang pendidikan yang
inovatif dan efisien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak
menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.
4.Penutup
Dari pembahasaan
diapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
pelyanan bimbingan dan konseling akan dapat memudahkan kliean dalam memerima
layanan dan memudahkan konselor dalam memberikan layanan konseling.Namun untuk
melakukan pelayanan dengan teknologi informasi ini harus ada kerjasama dan
dukungan penuh dari manajemen instansi pendidikan.Akan tetapi penggunaan
teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling juga memberikan beberapa
dampak negatif dan juga dampak positif.
Untuk itu,konselor
harus mampu menggunakan teknologi informasi ini dengan sebaik mungkin dan
diharapakan dengan adanya TI mempermudah untuk memberikan layanan bimbingan dan
konseling. Keterampilan
konselor atau praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi, merupakan salah satu wujud profesionalitas
kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan.
Daftar
Pustaka
[1]
Simarmata. 2006. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi.
Yogyakarta: Andi.
[2]
Ifdil, Makalah Penyelenggaraan koseling online. Disampaikan pada seminar
nasional bimbingan dan konseling. 01
Mei 2012
[4]
http://arihdyacaesar.wordpress.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar